Info Terbaru MATERI KULIAH DASAR-DASAR MATEMATIKA SEMESTER SATU PENDIDIKAN MATEMATIKA TENTANG HIMPUNAN Konsep Dasar Matematika Sd Tentang Himpunan

https://rumahakal.com

MATERI KULIAH DASAR-DASAR MATEMATIKA SEMESTER SATU PENDIDIKAN MATEMATIKA TENTANG HIMPUNAN

Sebelum menerangkan lebih mendalam mengenai "MATERI KULIAH DASAR-DASAR MATEMATIKA SEMESTER SATU PENDIDIKAN MATEMATIKA TENTANG HIMPUNAN", kami jelaskan lebih dahulu apa itu Matematika Ajaib.

Click image di bawah supaya mendapat penjelasan lebih mendalam

 

matematika ajaib

Ayo, sekarang kita bahas perihal  "MATERI KULIAH DASAR-DASAR MATEMATIKA SEMESTER SATU PENDIDIKAN MATEMATIKA TENTANG HIMPUNAN"



MODUL

HIMPUNAN

(diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah dasar-dasar matematika)

Disusun oleh:

Nama Mahasiswa        : Nisrina Fauziyyah Puad       

N P M                         : 162151081

Dosen                          : Ike Natalliasari, M.Pd                      

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SILIWANGI

2016

KATA PENGANTAR

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Syukur dan pujian sejati, semata-mata hanya penulis sampaikan kepada Allah Swt. yang telah memberikan bimbingan serta pertolongan kepada penulis, sehingga setelah melalui proses penulis mampu menyelesaikan modul ini yang berisi ringkasan materi himpunan.

            Alhamdulillah penulis lantunkan melalui hati yang murni, disertai jiwa yang suci, dan lidah yang tak pernah ingkar janji. Walaupun banyak rintangan yang penulis hadapi, baik yang datang dari dalam maupun dari luar, akhirnya penulis bisa menyelesaikan modul ini dengan baik. Modul ini penulis susun untuk mudahkan proses pembelajaran mata kuliah Dasar-dasar Matematika.

            Penulis menyadari bahwa modul ini sangat jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati penulis mohon maaf. Penulis harap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun agar penulis menjadi lebih baik lagi dikemudian hari.

            Seiring do’a dan harapan mudah-mudahan modul ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis, dan umumnya untuk kita semua.

Tasikmalaya, Agustus 2016

Penulis,

NISRINA FAUZIYYAH PUAD

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................... i

DAFTAR ISI........................................................................................................ ii

HIMPUNAN........................................................................................................ 1

A.    Pengertian Himpunan...................................................................................... 1

B.     Contoh Himpunan dan Bukan Himpunan....................................................... 2

1.    Contoh Himpunan..................................................................................... 2

2.    Contoh Bukan Himpunan .........................................................................  2

C.     Metode Penulisan Himpunan.......................................................................... 3

1.      Metode Pendaftaran (Roster Method) ....................................................  3

2.      Metode Syarat Keanggotaan/Metode Pencirian...................................... 3

3.      Fungsi Karakteristik................................................................................. 3

4.      Metode Perincian Sifat (Rule Method).................................................... 4

5.      Metode Kata-kata.................................................................................... 4

6.      Diagram venn........................................................................................... 4

D.    Macam-macam Himpunan ..............................................................................  5

1.         Himpunan Kosong.................................................................................. 5

2.         Himpunan Bagian................................................................................... 5

3.         Himpunan Semesta................................................................................. 5

4.         Himpunan Kuasa..................................................................................... 6

5.         Himpunan Berhingga.............................................................................. 6

6.         Himpunan Tak Hingga............................................................................ 7

7.         Himpunan Ekuivalen............................................................................... 7

8.         Himpunan Lepas..................................................................................... 7

9.         Himpuna Sama........................................................................................ 7

E.     Operasi pada Himpunan.................................................................................. 8

1.         Komplemen............................................................................................. 8

2.         Gabungan................................................................................................ 8

3.         Irisan ......................................................................................................  8

4.         Selisih...................................................................................................... 9

5.         Selisih Simetrik....................................................................................... 9

6.         Darab Cartesius....................................................................................... 9

7.         Diagram Venn......................................................................................... 10

F.      Sifat-sifat Operasi pada Himpunan................................................................. 11

1.         Komutatif ............................................................................................... 11

2.         Asosiatif ................................................................................................. 11

3.         Idempoten .............................................................................................. 11

4.         Identitas ................................................................................................. 11

5.         Distributif ............................................................................................... 12

6.         Komplementer ........................................................................................ 12

7.         Hukum De Morgan ................................................................................ 12

G.    Soal-soal yang berkaitan dengan himpunan dan pembahasannya................... 12

DAFTAR PUSTAKA

HIMPUNAN

A.  Pengertian Himpunan

Himpunan adalah suatu kata yang sering dipakai untuk menunjukkan suatu kumpulan. Himpunan berlambang adakah sekelompok benda atau bilangan. Setiap objek dalam himpunan disebut anggota atau elemen himpunan.  Anggota-anggota sebuah himpunan ditulis di dalam tanda kurung kurawal . Himpunan adalah kumpulan benda-benda. Himpunan juga bisa diartikan kumpulan satu set, kelas,  dan mungkin masih ada yang lain. Himpunan disebut juga kumpulan, kelompok, gugus, atau set. Himpunan adalah kumpulan semua objek yang mungkin yang bersifat tertentu menurut aturan yang ditetapkan. Himpunan adalah segala koleksi benda-benda tertentu yang dianggap sebagai satu kesatuan. Walaupun hal ini merupakan yang sederhana, tidak salah jika himpunan merupakan salah satu penting dan mendasar dalam matematika modern, dan karenanya, studi mengenai struktur kemungkinan himpunan dan , sangatlah berguna.

Berdasarkan beeberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa himpunan dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau koleksi obyek-obyek (kongkret maupun abstrak) yang mempunyai kesamaan sifat tertentu menurut aturan yang dipakai dalam taematika.

Himpunan cakupannya sangat luas dan dapat secara mudah dimengerti sehingga kumpulan objek belum dapat dikatakan sebagai sebuah himpunan kecuali jika terdapat tiga syarat berikut:

1.      Koleksi atau kumpulan objek harus menggambarkan secara jelas. Artinya bahwa suatu himpunan harus mampu menentukan secara jelas objek-objek yang dimiliki oleh himpunan.

2.      Objek-objek dari himpunan harus terpisah tidak ada objek yang muncul atau disebut dua kali.

3.      Objek-objek suatu himpunan dapat disebut satu per satu, tanpa ada tingkatan. Misalnya, himpunan huruf-huruf a, b, c adalah sama dengan himpunan huruf-huruf b, c, a atau c, a, b.

B.  Contoh Himpunan dan Bukan Himpunan

1.         Contoh Himpunan

a)    Himpunan nama buah yang berawalan huruf a

b)   Himpunan mahasiswa yang memiliki berat badan di atas 60 kg

c)    Himpunan bilangan asli

d)   Himpunan bilangan cacah

e)    Himpunan huruf-huruf hidup dari alfabetis

f)    Himpunan mahasiswa pendidikan matematika yang umurnya kurang dari 18 tahun

g)   Himpunan mahasiswi yang memakai kerudung merah

Dari ketujuh contoh diatas dapat dilihat bahwa kalimat-kalimat diatas termasuk kedalam himpunan, karena anggota-anggotanya real adanya dan dapat disebutkan.

2.         Contoh Bukan Himpunan

a)    Himpunan lima orang terkaya

b)   Himpunan artis terbaik di indonesia

c)    Himpunan novelis terbaik

d)   Himpunan bunga-bunga yang indah

e)    Himpunan orang-orang yang bersuara merdu

Dari kelima contoh diatas dapat dilihat bahwa contoh diatas tidak termasuk kedalam himpunan, karena anggota-anggotanya tidak real/tidak dapat disebutkan (Anggotanya tidak jelas, masih bersifat umum).

C.    Metode Penulisan Himpunan

1.    Metode Pendaftaran (Roster Method)

Cara daftar yaitu menyatakan suatu himpunan dengan menuliskan satu per satu lambang anggota-anggotanya di antara tanda kurung kurawal.  Cara ini biasanya digunakan untuk himpunan-himpunan yang diskret.

            Contoh:

            A = a, b, c, d, e

            B = Bandung, Yogyakarta, Banten, Semarang, Surabaya

            C = Nurhamidah, Suci, Nina, Amna, Nisa, Azizah, Rahma

            N = 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, ...

2.      Metode Syarat Keanggotaan/Metode Pencirian

Cara syarat keanggotaan yaitu dengan menyatakan syarat yang harus dipenuhi oleh elemen-elemen himpunan semesta untuk menjadi anggota himpunan itu.

Contoh:

A = x adalah salah satu dari empat huruf terakhir dari abjad

D = x

Z = x adalah bilangan cacah

N = x

3.    Fungsi Karakteristik

Fungsi karakteristik yaitu fungsi dari himpunan semesta X ke himpunan 0, 1. Suatu himpunan semesta A dalam semesta X dapat dinyatakan dengan karakteristik.

xA  : X → 0, 1

yang didefinisikan dengan atur

xA(x) =

untuk setiap x  X

Contoh:

                        Dalam semesta X = x, himpunan

A = x adalah salah satu dari empat huruf terakhir dari abjad dapat dinyatakan dengan menggunakan fungsi karakteristik, yaitu

xA(x) =

4.      Cara Perincian (Rule Method)

Cara Perincian (Rule Method) yaitu anggota himpunan ditulis atas dasar sifat dari anggota bilangan tersebut.

Contoh:

                        Jika C termasuk kedalam himpunan bilangan real antara 0 dan 1, maka: C = (x : 0 < x < 1)

5.      Metode kata-kata

Metode kata-kata yaitu anggota himpunannya dinyatakan dengan kata-kata atau dengan kalimat.

Contoh:

“Himpunan A terdiri atas bilangan bulat positif”

6.    Himpunan juga dapat di sajikan secara grafis (Diagram Venn).

Penyajian himpunan dengan diagram Venn ditemukan oleh seorang ahli matematika Inggris bernama John Venn tahun 1881. Himpunan semesta digambarkan dengan segiempat dan himpunan lainnya dengan lingkaran di dalam segiempat tersebut.





D.    Macam-macam Himpunan

1.    Himpunan Kosong

Himpunan kosong adalah himpunan yang tidak memiliki anggota. Himpunan kosong dapat dinotasikan dengan Ø atau bisa dengan (). Misalnya, C adalah himpunan bilangan cacah yang kurang dari nol. Jadi, himpunan C dapat kamu notasikan C = Ø atau C = ().

Berbeda dengan himpunan kosong, himpunan nol adalah himpunan yang anggotanya hanya satu unsur yaitu 0.

2.    Himpunan Bagian

Himpunan A adalah himpunan bagian dari himpunan B jika anggota himpunan A merupakan anggota dari himpunan B. Notasi yang digunakan untuk menyatakan himpunan bagian adalah notasi . Jadi jika himpunan A merupakan himpunan bagian dari B maka dapat ditulis A B

Beberapa aturan lain mengenai himpunan bagian, antara lain:

·      Setiap himpunan merupakan himpunan bagian dari dirinya sendiri.

Jadi jika A adalah sebuah himpunan maka A A

·      Himpunan kosong merupakan himpunan bagian dari setiap himpunan.

Jadi jika A adalah sebuah himpunan maka Ø A

Cara untuk mencari banyaknya himpunan bagian dari sebuah himpunan:

Jika H adalah sebuah himpunan dengan n anggota maka banyaknya himpunan bagian dari H adalah 2n.

Contoh :

   Ada berapa himpunan bagiankah dari himpunan J = 2, 4, 6, 8, 10?

Penyelesaian:

Himpunan J memiliki 5 anggota. Jadi, n(J) = 5. Dengan demikian, banyaknya himpunan bagian dari J adalah 25 = 32 himpunan.

3.    Himpunan Semesta

Himpunan semesta adalah himpunan yang membuat semua anggota himpunan yang sedang dibicarakan. Himpunan semesta biasanya dilambangkan dengan  huruf S. Misalnya, namakan himpunan bilangan cacah dengan nama s maka kamu dapat menuliskan S = 1, 2, 3, ....

Contoh:

A = pepaya, apel

B = anggur, melon

C = semangka, jeruk

Himpunan semestanya adalah himpunan buah-buahan.

4.    Himpunan kuasa

Himpunan kuasa adalah himpunan A didefinisikan sebagai himpunan yang anggotanya adalah himpunan-himpunan bagian dari A. Nyatakan himpunan kuasa A dengan 2A. Jika sebuah himpunan A terbatas, artinya A mempunyai n elemen maka himpunan kuasa dari A dapat diperlihatkan mempunyai elemen-elemen sebanyak 2n. Himpunan semesta U dengan dengan elemen-elemen, mulai dari tidak mempunyai elemen hingga mempunyai tiga elemen yang ditunjukan pada tabel di bawah ini.

U

n(U)

Himpunan Kuasa dari U

Banyaknya Elemen Himpunan Kuasa dari U

1.

2.

3.

4.

...

x

x,y

x,y,z

...

1

2

3

...

, x

, x, y, x,y

,x,y, z, x,y, x,z, y,z, x,y,z

...

1 = 20

2 = 21

4 = 22

8 = 23

...

5.      Himpunan Berhingga

Himpunan berhingga adalah suatu himpunan yang jumlah (banyak) anggotanya (jumlah elemennya)  dapat dihitung/terhingga/terbatas. 

Contoh:

D = bilangan genap kurang dari 10 atau A = 2,4,6,8. 

Himpunan D jumlah angotanya dapat dihitung yaitu sebanyak 4 buah.

6.      Himpunan Tak Hingga 

Himpunan tak hingga adalah suatu himpunan yang jumlah (banyak) anggotanya tidak terbatas atau tak hingga.

Contoh:

A= bilangan genap,

 B= bilangan ganjil.

7.    Himpunan Ekuivalen

Himpunan ekuivalen adalah himpunan A dan B dikatakan ekuivalen jika banyak anggota kedua himpunan tersebut sama.

n(A) = n(B)

Contoh :

A= 1, 2, 3, n(A) = 3

B= Jeruk, Mangga, Apel, n(B)= 3

n(A) = n(B). Maka A ekuivalen dengan B

8.    Himpunan Lepas

Himpunan lepas adalah suatu himpunan yang anggota-anggotanya tidak ada yang sama.

Contoh:

C = 1, 3, 5, 7  

D = 2, 4, 6 

Maka himpunan C dan himpunan D saling lepas.

Catatan: Dua himpunan yang tidak kosong dikatakan saling lepas jika kedua himpunan itu tidak mempunyai satu pun anggota yang sama.

9.    Himpunan Sama (Equal)

Bila setiap anggota himpunan A juga merupakan anggota himpunan B, begitu pula sebaliknya. Dinotasikan dengan A=B

Syarat : Dua buah himpunan anggotanya harus sama.

Contoh :

A = c,d,e   

B= c,d,e   

Maka A = B

Penjelasan: Himpunan equal atau himpunan sama,memiliki dua buah himpunan yang anggotanya sama misalkan anggota himpunan A c,d,e maka himpunan B pun akan memiliki anggota yaitu c,d,e.

E.  Operasi pada Himpunan

Operasi himpunan adalah aturan untuk menghasilkan himpunan dari satu atau lebih himpunan yang diketahui. Operasi dengan satu  himpunan disebut operasi uner, sedangkan operasi dengan dua himpunan disebut operasi biner. Ada enam buah operasi pada himpunan, diantaranya sebagai berikut:

1.      Komplemen

Komplemen dari himpunan A dalam semesta X, dengan notasi A', adalah himpunan semua anggota semesta yang bukan anggota himpunan A, yaitu

A' = x  X

Jika A adalah himpunan semua laki-laki dalamsemesta himpunan semua manusia, maka A' adalah himpunan semua perempuan.

2.      Gabungan

Gabungan dua buah himpunan A dan B, dengan notasi

AB

adalah himpunan semua elemen dalam semesta yang merupakan anggota himpunan A atau anggota himpunan B, yaitu

AB = x  A ˅  x  B

3.      Irisan

Irisan dua buah himpunan A dan B, dengan notasi

A  B

adalah himpunan semua elemen dalam semesta yang merupakan anggota himpunan A dan sekaligus anggota himpunan B, yaitu

A  B = x

Bila A  B = , maka A dan B disebut himpunan saling asing atau saling lepas. Misalnya, himpunan A dan komplemennya adalah saling asing, sebab

A  A' = x = x  A ˄  x  A =

4.      Selisih

Selisih dua buah himpunan A dan B, dengan notasi

A-B

adalah himpunan semua elemen dalam semesta yang merupakan anggota himpunan A dan bukan anggota himpunan B, yaitu

A-B = x

Pada umumnya, A-B tidak sama dengan B-A. Perhatikan bahwa

A-B = x

        = x  A ˄ x  B'

= A  B'

5.      Selisih Simetrik

Selisih simetrik dua buah himpunan A dan B, dengan notasi

A Ɵ B

adalah himpunan semua elemen dalam semesta yang merupakan anggota himpunan A-B atau himpunan B-A, yaitu

A Ɵ B = (A-B)  (B-A)

6.      Darab Cartesius

Darab cartesius dua buah himpunan A dan B, dengan notasi

A  B

adalah himpunan semua pasangan terurut (x, y) dengan x  A dan    y B yaitu

A  B = x  A ˄ y  B

                 Anggota dari A  B adalah pasangan terurut (x,y) yaitu sepasang elemen yang urutannya diperhatikan: komponen pertama dari pasangan itu adalah anggota himpunan A dan komponen kedua dari pasangan itu adalah anggota himpunan B, dan tidak boleh dibalik (ditukar tempat). Jadi, pada umumnya A  B  B  A

Operasi Komplemen dalam himpunan termasuk kedalam operasi uner, sedangkan gabungan, irisan, selisih, selisih simetrik, dan darab cartesius merupakan operasi biner.

Ada juga cara lain yang dapat digunakan untuk penulisan himpunan yaitu dengan diagram venn.

7.      Diagram Venn

Text Box: Himpunan A dan komplemennya

A'
X    
Diagram venn adalah suatu cara graÞs yang sering digunakan untuk menggambarkan himpunan dan operasi-operasi himpunan. Diagram ini diberi nama seorang matematikawan asal inggris, John Venn (1834-1923). Dalam suatu diagram venn himpunan semesta digambarkan dengan suatu lingkaran dalam persegi-panjang.

Oval: AContoh:

Himpunan A dan komplemennya

Gabungan, irisan, dan selisih dua himpunan

Terdapat analogi yang menarik berkaitan dengan operasi dan relasi dasar pada tida sistem yang berbeda pada matematika, yaitu himpunan, logika proposisi, dan aritmetika.

Analogi operasi/relasi dalam tiga sistem matematika

Teori Himpunan

Logika Proposisi

Aritmetika

Nama

Lambang

Nama

Lambang

Nama

Lambang

Gabungan

AB

Disjungsi

p˅q

Jumlahan

a+b

Irisan

AB

Konjungsi

p˄q

Perkalian

ab

Komplemen

A'

Negasi

p

Negatif

-a

Kesaman

AB

Implikasi

pq

Lebih kecil

ab

Subhimpunan

A=B

Biimplikasi

pq

Kesamaan

a=b

Himp. Semesta

X

Nilai Benar

1

Bil. Satu

1

Himp. Kosong

Nilai Salah

Bil. Nol

F.   Sifat-sifat Operasi pada Hinpunan

1.    Komutatif (Pertukaran) artinya kita bisa menukar angka dan jawabannya tetap sama untuk penjumlahan, atau perkalian.

Contoh:

AB = BA

AB = BA

A-B = B-A

2.    Asosiatif (Pengelompokan) artinya kita bisa saja mengelompokkan operasi bilangan dengan urutan berbeda 

Contoh:

A(BC) = (AB)C

A(BC) = (AB)C

3.    Idempoten artinya himpunan satu dan himpunan lainnya memiliki kekuatan yang sama (anggota/elemennya sama)

Contoh:

AA = A

AA = A

A-A=

4.    Identitas artinya shimpunan ketika dioperasikan maka hasilnya bilangan itu sendiri.

Contoh:

AS=A

AS=A

5.    Distributif artinya penggabungan dengan cara penkombinasian dari hasil operasi terhadap elemen-elemen kombinasi tersebut.

Contoh:

A(BC) = (AB) (AC)

A (BC) = (AB)(AC)

6.    Komplementer

Diberikan suatu himpunan A dalam semesta S.

Contoh:

AAc  = S

AAc  =

7.    Hukum De Morgan

Contoh:

(AB)c = SAc Bc

(AB)c = AcBc

G. Soal-soal yang Berkaitan Himpunan dan Pembahasannya

1.      Diberikan P = 1,2,3,9,12,13. Himpunan kelipatan 3 yang terdapat di P adalah...

a. 9

b. 3,9

c. 3,9,12

d. 3,6,9,12

Pembahasan!!!

Himpunan adalah kumpulan atau kelompok benda (objek) yang telah terdefinisi dengan jelas. Dari soal di atas, himpunan kelipatan 3 yang terdapat di P adalah 3,9,12.

Jadi, Jawabnnya adalah c. 3, 9, 12

2.      Diberikan Q = x >= 5, x anggota bilangan asli dan P = 4,5,6,8, maka P  Q = ...

a. 5

b. 6,8

c. 5,6,8

d. 4,5,6,8

Pembahasan!!!

Irisan P dan Q akan menghasilkan anggota himpunan baru di yang anggotanya adalah anggota yang ada di himpunan Q dan P.

Anggota himpunan Q = 5,6,7,8,9,10...

Anggota himpunan P = 4,5,6,8

Anggota yang sama diantara kedua himpunan itu adalah 5,6,8.

            Jadi jawabannya adalah c. 5, 6, 8

3.      Jika L = p,q,r, M = q,r,s, dan N = r,s,t maka L irisan M irisan N =...

a. r

b. p

c. q,r

d. p,s

Pembahasan!!!

Irisan tiga buah himpunan sama saja cara mencarinya dengan dua himpunan. Kita lihat huruf-huruf yang ada pada setiap himpunan. Huruf yang ada di setiap himpunan adalah irisan himpunan tersebut.

Anggota himpunan L = p,q,r

Anggota himpunan M = q,r,s

Anggota himpunan N = r,s,t

Sekarang jelas kita lihat angka yang ada di ketiga himpunan tersebut adalah huruf  r.

Jawabnnya a. r

4.      Dari sekelompok atlet diketahui bahwa 17 orang menyukai sepak bola, 13 menyukai renang, dan 12 orang menyukai keduanya. coba kalian gambarkan diagram venn dan tentukan pula jumlah keseluruhan dari atlet tersebut.

Pembahasan!!!

 Jumlah keseluruhan dari atlet tersebut adalah:

Atlet ang menyukai sepakbola saja : 17-12 = 5 orang

Atlet yang menyukai renang saja = 13 – 12 = 1 orang

Diagram venn-nya adalah:

Jadi, jumlah keseluruhan atlet tersebut adalah 18 orang

5.    Diketahui A = faktor dari 30 dan B = bilangan ganjil kurang dari 9.

a.       Apakah A=B? Mengapa?

b.      AB dan n(AB)

c.       AB dan n(AB)

Jawab!!!

A = 1, 2, 3, 5, 6, 10, 15, 30

B = 1, 3, 5, 7

a.       AB. Karena anggota atau elemen A tidak sama dengan anggota atau elemen B

b.      AB = 1, 3, 5

n(AB) = 3

c.       AB = 1, 2, 3, 5, 6, 7, 10, 15, 30

N(AB) = 9

6.    Dari 42 kambing yang ada di kandang milik pak Arman, 30 kambing menyukai rumput gajah, dan 28 ekor kambing menyukai rumput teki. apabila ada 4 ekor kambing yang tidak menyukai kedua rumput tersebut, berapa ekor kambing yang menyukai rumput gajah dan rumput teki?

Pembahasan!!!

untuk mencarinya, kita gunakan rumus himpunan berikut:

nAΛB = (nA + nB) - (nS - nX)

nAΛB = (30 + 28) - (40 - 4)

nAΛB = 58 - 36

nAΛB = 12

               Jadi, jumlah kambing yang menyukai kedua jenis rumput tersebut adalah 12 ekor.

7.    Tuliskan himpunan semesta yang mungkin dari himpunan-himpunan berikut!

a.       A = 2, 4, 6, 8, 10

b.      B = ..., -2, -1, 0, 1, 2, ...

c.       C = 1, 3, 5, 7, 9, 11

Jawab!!!

Himpunan semesta dari ketiga himpunan di atas adalah Bilangan Bulat

8.    Siswa kelas 7 SMP Tunas Mekar adalah 45. tiap-tiap siswa memilih dua jenis pelajaran yang mereka sukai. diketahui ada 27 siswa yang menyukai pelajaran Matematika dan 26 siswa menyukai pelajaran Bahasa Inggris. Sementara siswa yang tidak menyukai kedua pelajaran tersebut ada 5 orang. Tentukanlah banyaknya siswa yang menyukai pelajaran bahasa inggris dan matematika serta gambarlah diagram venn-nya.

Pembahasan!!!

Kita cari terlebih dahulu jumlah siswa yang menyukai kedua pelajaran tersebut:

nAΛB = (nA + nB) - (nS - nX)

nAΛB = (27 + 26) – (45 – 5)

nAΛB = 13

Maka dapat disimpulkan bahwa:

Siswa yang menyukai matematika saja = 27 - 13 = 14 siswa

Siswa yang menyukai bahasa inggris saja = 26 - 13 = 13 siswa

Maka gambar diagram venn-nya adalah:

9.      Di dalam sebuah ruangan terdapat 150 siswa yang baru lulus SMP. Diketahui ada 75 siswa memilih untuk masuk SMA dan 63 siswa memilih untuk masuk SMK sementara ada 32 siswa yang belum menentukan pilihannya. Lalu, berapakah banyaknya siswa yang hanya memilih untuk masuk SMA dan SMK saja?

Pembahasan!!!

Siswa yang memilih masuk SMA dan SMK adalah:

nAΛB = (nA + nB) - (nS - nX)

nAΛB = (75 + 63) – (150 – 32)

nAΛB = 138 – 118

nAΛB = 20 siswa

Siswa yang memilih masuk SMA saja = 75 – 20 = 55 orang

Siswa yang mmeilih masuk SMK saja = 63 – 20 = 43 orang

10.  Dari 40 orang bayi, diketahui bahwa ada 18 bayi yang gemar memakan pisang, 25 bayi gemar makan bubur, dan 9 bayi menyukai keduanya. Lalu ada berapa bayi yang tidak menyukai pisang dan bubur?

Pembahasan!!!

nAΛB = (nA + nB) - (nS - nX)

9 = (18 + 25) - (40 - nX)

9 = 43 - 40 + nX

9 = - 3 + nX

9 + 3 = nX =

nX = 12

DAFTAR PUSTAKA

Hollands,  Roy.  1981. Kamus Matematika. Jakarta: Erlangga

http://www.materiajar.com/macam-macamhimpunan. 27 Agustus 2016

Irawan,  Edy Bambang.  2011. Materi Kulikuler Matematika SMP.  Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka

Karso  dkk. 2012. Matematika Dasar 1. Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka

Kerami, Djati. 2003. Kamus Matematika. Jakarta: Balai Pustaka

Marsigit. 2009. Mathematics For Junior High School. Jakarta: Yudishtira

Mustamant, Mugy. 2013. Kamus Matematika. Bandung: Titian Ilmu

Negoro, ST.  2010. Ensiklopedia Matematika. Bogor: Yudishtira

Ruseffendi. 2002. Dasar-dasar Matematika Modern dan Komputer. Bandung: Tarsito

Susilo,  Frans.  2012. Landasan Matematika. Yogyakarta: Graha Ilmu

Tim Unit Akademik, Modul Basic Of Mathematical Ability. Unsil

Vouderman,  Carol.  2009. Kamus Matrmatika. Solo: Tiga Ananda

Wahyudin.  2003. Paket Pembelajaran Matematika untuk SMP. Jakarta: Epsilon Group




Roy Hollands, Kamus matematika, (Jakarta: Erlangga, 1981), hlm. 48.

Wahyudin, Paket Pembelajaran Matematika untuk SMP, (Jakarta: Epsilon Group), hlm 1.

Begitulah pembahasan mengenai Matematika Ajaib dan "MATERI KULIAH DASAR-DASAR MATEMATIKA SEMESTER SATU PENDIDIKAN MATEMATIKA TENTANG HIMPUNAN" Terima kasih atas kunjungannya

Artikel ini dikelompokkan ke dalam kategori

Artikel ini bersumber dari  https://rumahakal.com dan https://nisrinafp98.blogspot.com/2016/09/v-behaviorurldefaultvmlo.html

Related Posts:

0 Response to "Info Terbaru MATERI KULIAH DASAR-DASAR MATEMATIKA SEMESTER SATU PENDIDIKAN MATEMATIKA TENTANG HIMPUNAN Konsep Dasar Matematika Sd Tentang Himpunan"

Post a Comment