Artikel Terkini Konsep Matematika (KoMa) Konsep Dasar Matematika Di Sd

https://rumahakal.com

Konsep Matematika (KoMa)

Sebelum menjelaskan lebih jelas mengenai "Konsep Matematika (KoMa)", penulis introduksikan terlebih dahulu tentang Rahasia Matematika Ajaib.

Klik foto di bawah untuk mengetahuinya

 

matematika ajaib

Yuk, sekarang kita jelaskan tentang  "Konsep Matematika (KoMa)"

         Blog koma - Pada artikel ini kita akan membagikan tentang dan pembahasan dalam bentuk catatan-catatan ringkas dalam kertas. Kunci Soal UTBK 2019 Matematika Soshum ini kami buatkan karena kami merasa untuk beberapa minggu ini kami belum bisa mengetikkan semua pembahasannya secara lengkap, sehingga kami sertakan juga pembahasan ringkas hasil coret-coretan kami di lembar kertas yang mungkin tidak layak untuk dipublikasikan karena banyak terdapat coretan-coretan (namanya saja orek-orek'an, heheheehehehe). Mohon maaf untuk semua keterbatasan yang ada. Semoga catatan-catatan pembahasan dan Kunci Soal UTBK 2019 Matematika Soshum ini bisa berguna untuk kita semua yang membutuhkan. Terimakasih.

         Pada artikel ini, kami sajikan kunci jawabannya terlebih dahulu, kemudian di bagian berikutnya tersedia pembahasan dalam bentuk coret-coretan sederhana.

gambarnya

Kunci Jawaban Soal-soal UTBK 2019 Matematika Soshum

1). A 2). D 3). B 4). C 5). E

6). A 7). C 8). B 9). D 10). E

11). A 12). E 13). B 14). C 15). D

16). B 17). D 18). C 19). C 20). A

21). D 22). E 23). A 24). B 25). C

26). A 27). C 28). E 29). B 30). D

31). B 32). B 33). A 34). D 35). D

36). E 37). A 38). B 39). C 40). D

41). C 42). A 43). D 44). B 45). E

46). A 47). B 48). D 49). C 50). E

51). E

Kumpulan Jawaban (Coretan) UTBK 2019 Matematika Soshum

       Kumpulan ini tentu masih banyak kekurangannya. Jika ada yang salah baik dari kunci maupun pembahasan (coretan-coretan) di atas, mohon untuk dikoreksi ya dan share di kolom komentar. Semoga bisa bermanfaat. Terimakasih.

Catatan :

(*). Untuk kumpulan soal utbk 2019 matematika soshum, silahkan lihat link berikut :



(*). Untuk pembahasan detail, akan kami update secara berkala.

Begitulah pembahasan mengenai Rahasia Matematika Ajaib dan "Konsep Matematika (KoMa)" Terima kasih atas kunjungannya

Postingan ini dikelompokkan ke dalam kategori konsep dasar matematika di sd, buku konsep dasar matematika sd pdf, konsep dasar pembelajaran matematika di sd,

Postingan ini bersumber dari  https://rumahakal.com dan https://www.konsep-matematika.com/

Related Posts:

Analisa Terkini RPP Matematika Kelas 6 SD Kurikulum 2013 Dasar Dasar Matematika Sd

https://rumahakal.com

RPP Matematika Kelas 6 SD Kurikulum 2013

Sebelum menguraikan lebih detail perihal "RPP Matematika Kelas 6 SD Kurikulum 2013", kami jelaskan terlebih dahulu mengenai Matematika Ajaib.

Klik image di bagian bawah supaya mendapat penjelasan rinci

 

matematika ajaib

Yuk, sudah waktunya kita diskusikan tentang  "RPP Matematika Kelas 6 SD Kurikulum 2013"

RPP Matematika kelas 6 SD Kurikulum 2013.

Penerapan Kurikulum 2013 (K13) pada proses pembelajaran di Sekolah Dasar (SD) menggunakan pendekatan tematik terpadu. Mata pelajaran yang dipadukan adalah PPKn, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Seni Budaya dan Prakarya (SBdP). Untuk kelas tinggi yaitu kelas IV, V, dan VI mata pelajaran Matematika dan PJOK atas pertimbangan tertentu dipisahkan dari Pembelajaran Tematik Terpadu.

Untuk , pada buku Tematik Terpadu kedalaman materinya terasa dangkal. Oleh karena itu, siswa tidak mendapatkan pemahaman konsep matematika secara mendalam. Dengan demikian, perlu digunakan buku Matematika secara terpisah. Salah satu alasannya, Matematika memiliki karakteristik objek kajian dan metode yang berbeda dengan mata pelajaran lain. Objek kajian matematika bersifat abstrak, metode untuk melakukan kajian terhadap objek matematika bersifat deduktif.

Kompetensi Dasar (KD) Matematika Kurikulum 2013 Kelas 6

  • 3.1 Menjelaskan bilangan bulat negatif (termasuk menggunakan garis bilangan)
  • 3.2 Menjelaskan dan melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian yang melibatkan bilangan bulat negatif
  • 3.3 Menjelaskan dan melakukan operasi hitung campuran yang melibatkan bilangan cacah dan/atau bilangan pecahan dalam berbagai bentuk
  • 3.4 Menjelaskan titik pusat, jari-jari, diameter, busur, tali busur, tembereng, dan juring
  • 3.5 Menjelaskan taksiran keliling dan luas lingkaran
  • 3.6 Menjelaskan diagonal bidang dan diagonal ruang suatu bangun ruang
  • 3.7 Menganalisis prisma, tabung, limas, kerucut, dan bola.
  • 3.8 Menjelaskan bangun ruang yang merupakan gabungan dari beberapa bangun ruang, serta luas permukaan dan volumenya
  • 3.9 Menjelaskan dan menentukan modus, median, dan mean dari data tunggal

Menyusun RPP Matematika SD Kurikulum 2013

Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) K13 yang dibuat harus muncul empat macam hal yaitu; Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C (Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative), serta HOTS (Higher Order Thinking Skill). Sehingga perlu kreatifitas guru dalam meramu untuk mengintergrasikan empat macam tersebut dalam sebuah RPP.

RPP merupakan rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, buku panduan guru, dan referensi lain yang mendukung. Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara mandiri atau berkelompok (KKG) di sekolah/madrasah yang dapat dikoordinasikan, difasilitasi, dan disupervisi oleh kepala sekolah.

RPP merupakan rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, buku panduan guru, dan referensi lain yang mendukung. Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara mandiri dan/atau berkelompok (KKG) di sekolah/madrasah yang dapat dikoordinasikan, difasilitasi, dan disupervisi oleh kepala sekolah/madrasah.

Komponen Penyusunan RPP Matematika K13

  • a. identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
  • b. identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
  • c. kelas/semester;
  • d. materi pokok;
  • e. alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
  • f. tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
  • g. kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
  • h. materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi;
  • i. metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai;
  • j. media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran;
  • k. sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;
  • l. langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan
  • m. penilaian hasil pembelajaran.

RPP MATEMATIKA KELAS 6 KURIKULUM 2013

  • RPP Matematika Kelas 6 - Operasi Hitung Campuran
  • RPP Matematika Kelas 6 - Operasi Hitung Bilangan Pecahan
  • RPP Matematika Kelas 6 - Lingkaran
  • RPP Matematika Kelas 6 - Bangun Ruang
  • RPP Matematika Kelas 6 - Gabungan Bangun Ruang

RPP Matematika kelas 6 SD Kurikulum 2013 dapat didownload melalui tautan berikut ini:

RPP merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan/atau lapangan untuk setiap Kompetensi dasar. Oleh karena itu, apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu Kompetensi Dasar. Diperlukan kreatifitas guru dalam membuat RPP Matematika sesuai Kurikulum 2013 (K13).

Begitulah pembahasan mengenai Matematika Ajaib dan "RPP Matematika Kelas 6 SD Kurikulum 2013" Terima kasih atas kunjungannya

Artikel ini dikelompokkan ke dalam kategori

Artikel ini bersumber dari  https://rumahakal.com dan https://www.sekolahdasar.net/2018/08/rpp-matematika-kelas-6-sd-kurikulum-2013.html

Related Posts:

Artikel Teranyar Rumus Matematika SD, SMP, SMA Contoh Konsep Dasar Matematika Di Sd

https://rumahakal.com

Rumus Matematika SD, SMP, SMA

Sebelum menguraikan lebih mendalam mengenai "Rumus Matematika SD, SMP, SMA", penulis jelaskan terlebih dahulu perihal Rahasia Unik Matematika Ajaib.

Klik foto di bagian bawah untuk mendapat penjelasan lebih mendalam

 

matematika ajaib

Ayo, sudah waktunya kita kupas tentang  "Rumus Matematika SD, SMP, SMA"

Artikel Lainnya

    '); if (randomposts_details == 'yes') document.write('' + randomposts_date.substring(8, 10) + '.' + randomposts_date.substring(5, 7) + '.' + randomposts_date.substring(0, 4) + ' - ' + randomposts_commentsnum) + '' if (randomposts_details2 == 'yes') document.write('' + randomposts_snippet) + '' document.write('

    ') } };getvalue(); for (var i = 0; i ') };

    Begitulah pembahasan mengenai Rahasia Unik Matematika Ajaib dan "Rumus Matematika SD, SMP, SMA" Terima kasih atas kunjungannya

    Artikel ini dikelompokkan ke dalam kategori

    Artikel ini bersumber dari  https://rumahakal.com dan http://www.rumusmatematikadasar.com/

    Related Posts:

    Info Terbaru MATERI KULIAH DASAR-DASAR MATEMATIKA SEMESTER SATU PENDIDIKAN MATEMATIKA TENTANG HIMPUNAN Konsep Dasar Matematika Sd Tentang Himpunan

    https://rumahakal.com

    MATERI KULIAH DASAR-DASAR MATEMATIKA SEMESTER SATU PENDIDIKAN MATEMATIKA TENTANG HIMPUNAN

    Sebelum menerangkan lebih mendalam mengenai "MATERI KULIAH DASAR-DASAR MATEMATIKA SEMESTER SATU PENDIDIKAN MATEMATIKA TENTANG HIMPUNAN", kami jelaskan lebih dahulu apa itu Matematika Ajaib.

    Click image di bawah supaya mendapat penjelasan lebih mendalam

     

    matematika ajaib

    Ayo, sekarang kita bahas perihal  "MATERI KULIAH DASAR-DASAR MATEMATIKA SEMESTER SATU PENDIDIKAN MATEMATIKA TENTANG HIMPUNAN"



    MODUL

    HIMPUNAN

    (diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah dasar-dasar matematika)

    Disusun oleh:

    Nama Mahasiswa        : Nisrina Fauziyyah Puad       

    N P M                         : 162151081

    Dosen                          : Ike Natalliasari, M.Pd                      

    JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS SILIWANGI

    2016

    KATA PENGANTAR

    BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

    Syukur dan pujian sejati, semata-mata hanya penulis sampaikan kepada Allah Swt. yang telah memberikan bimbingan serta pertolongan kepada penulis, sehingga setelah melalui proses penulis mampu menyelesaikan modul ini yang berisi ringkasan materi himpunan.

                Alhamdulillah penulis lantunkan melalui hati yang murni, disertai jiwa yang suci, dan lidah yang tak pernah ingkar janji. Walaupun banyak rintangan yang penulis hadapi, baik yang datang dari dalam maupun dari luar, akhirnya penulis bisa menyelesaikan modul ini dengan baik. Modul ini penulis susun untuk mudahkan proses pembelajaran mata kuliah Dasar-dasar Matematika.

                Penulis menyadari bahwa modul ini sangat jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati penulis mohon maaf. Penulis harap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun agar penulis menjadi lebih baik lagi dikemudian hari.

                Seiring do’a dan harapan mudah-mudahan modul ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis, dan umumnya untuk kita semua.

    Tasikmalaya, Agustus 2016

    Penulis,

    NISRINA FAUZIYYAH PUAD

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR.......................................................................................... i

    DAFTAR ISI........................................................................................................ ii

    HIMPUNAN........................................................................................................ 1

    A.    Pengertian Himpunan...................................................................................... 1

    B.     Contoh Himpunan dan Bukan Himpunan....................................................... 2

    1.    Contoh Himpunan..................................................................................... 2

    2.    Contoh Bukan Himpunan .........................................................................  2

    C.     Metode Penulisan Himpunan.......................................................................... 3

    1.      Metode Pendaftaran (Roster Method) ....................................................  3

    2.      Metode Syarat Keanggotaan/Metode Pencirian...................................... 3

    3.      Fungsi Karakteristik................................................................................. 3

    4.      Metode Perincian Sifat (Rule Method).................................................... 4

    5.      Metode Kata-kata.................................................................................... 4

    6.      Diagram venn........................................................................................... 4

    D.    Macam-macam Himpunan ..............................................................................  5

    1.         Himpunan Kosong.................................................................................. 5

    2.         Himpunan Bagian................................................................................... 5

    3.         Himpunan Semesta................................................................................. 5

    4.         Himpunan Kuasa..................................................................................... 6

    5.         Himpunan Berhingga.............................................................................. 6

    6.         Himpunan Tak Hingga............................................................................ 7

    7.         Himpunan Ekuivalen............................................................................... 7

    8.         Himpunan Lepas..................................................................................... 7

    9.         Himpuna Sama........................................................................................ 7

    E.     Operasi pada Himpunan.................................................................................. 8

    1.         Komplemen............................................................................................. 8

    2.         Gabungan................................................................................................ 8

    3.         Irisan ......................................................................................................  8

    4.         Selisih...................................................................................................... 9

    5.         Selisih Simetrik....................................................................................... 9

    6.         Darab Cartesius....................................................................................... 9

    7.         Diagram Venn......................................................................................... 10

    F.      Sifat-sifat Operasi pada Himpunan................................................................. 11

    1.         Komutatif ............................................................................................... 11

    2.         Asosiatif ................................................................................................. 11

    3.         Idempoten .............................................................................................. 11

    4.         Identitas ................................................................................................. 11

    5.         Distributif ............................................................................................... 12

    6.         Komplementer ........................................................................................ 12

    7.         Hukum De Morgan ................................................................................ 12

    G.    Soal-soal yang berkaitan dengan himpunan dan pembahasannya................... 12

    DAFTAR PUSTAKA

    HIMPUNAN

    A.  Pengertian Himpunan

    Himpunan adalah suatu kata yang sering dipakai untuk menunjukkan suatu kumpulan. Himpunan berlambang adakah sekelompok benda atau bilangan. Setiap objek dalam himpunan disebut anggota atau elemen himpunan.  Anggota-anggota sebuah himpunan ditulis di dalam tanda kurung kurawal . Himpunan adalah kumpulan benda-benda. Himpunan juga bisa diartikan kumpulan satu set, kelas,  dan mungkin masih ada yang lain. Himpunan disebut juga kumpulan, kelompok, gugus, atau set. Himpunan adalah kumpulan semua objek yang mungkin yang bersifat tertentu menurut aturan yang ditetapkan. Himpunan adalah segala koleksi benda-benda tertentu yang dianggap sebagai satu kesatuan. Walaupun hal ini merupakan yang sederhana, tidak salah jika himpunan merupakan salah satu penting dan mendasar dalam matematika modern, dan karenanya, studi mengenai struktur kemungkinan himpunan dan , sangatlah berguna.

    Berdasarkan beeberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa himpunan dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau koleksi obyek-obyek (kongkret maupun abstrak) yang mempunyai kesamaan sifat tertentu menurut aturan yang dipakai dalam taematika.

    Himpunan cakupannya sangat luas dan dapat secara mudah dimengerti sehingga kumpulan objek belum dapat dikatakan sebagai sebuah himpunan kecuali jika terdapat tiga syarat berikut:

    1.      Koleksi atau kumpulan objek harus menggambarkan secara jelas. Artinya bahwa suatu himpunan harus mampu menentukan secara jelas objek-objek yang dimiliki oleh himpunan.

    2.      Objek-objek dari himpunan harus terpisah tidak ada objek yang muncul atau disebut dua kali.

    3.      Objek-objek suatu himpunan dapat disebut satu per satu, tanpa ada tingkatan. Misalnya, himpunan huruf-huruf a, b, c adalah sama dengan himpunan huruf-huruf b, c, a atau c, a, b.

    B.  Contoh Himpunan dan Bukan Himpunan

    1.         Contoh Himpunan

    a)    Himpunan nama buah yang berawalan huruf a

    b)   Himpunan mahasiswa yang memiliki berat badan di atas 60 kg

    c)    Himpunan bilangan asli

    d)   Himpunan bilangan cacah

    e)    Himpunan huruf-huruf hidup dari alfabetis

    f)    Himpunan mahasiswa pendidikan matematika yang umurnya kurang dari 18 tahun

    g)   Himpunan mahasiswi yang memakai kerudung merah

    Dari ketujuh contoh diatas dapat dilihat bahwa kalimat-kalimat diatas termasuk kedalam himpunan, karena anggota-anggotanya real adanya dan dapat disebutkan.

    2.         Contoh Bukan Himpunan

    a)    Himpunan lima orang terkaya

    b)   Himpunan artis terbaik di indonesia

    c)    Himpunan novelis terbaik

    d)   Himpunan bunga-bunga yang indah

    e)    Himpunan orang-orang yang bersuara merdu

    Dari kelima contoh diatas dapat dilihat bahwa contoh diatas tidak termasuk kedalam himpunan, karena anggota-anggotanya tidak real/tidak dapat disebutkan (Anggotanya tidak jelas, masih bersifat umum).

    C.    Metode Penulisan Himpunan

    1.    Metode Pendaftaran (Roster Method)

    Cara daftar yaitu menyatakan suatu himpunan dengan menuliskan satu per satu lambang anggota-anggotanya di antara tanda kurung kurawal.  Cara ini biasanya digunakan untuk himpunan-himpunan yang diskret.

                Contoh:

                A = a, b, c, d, e

                B = Bandung, Yogyakarta, Banten, Semarang, Surabaya

                C = Nurhamidah, Suci, Nina, Amna, Nisa, Azizah, Rahma

                N = 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, ...

    2.      Metode Syarat Keanggotaan/Metode Pencirian

    Cara syarat keanggotaan yaitu dengan menyatakan syarat yang harus dipenuhi oleh elemen-elemen himpunan semesta untuk menjadi anggota himpunan itu.

    Contoh:

    A = x adalah salah satu dari empat huruf terakhir dari abjad

    D = x

    Z = x adalah bilangan cacah

    N = x

    3.    Fungsi Karakteristik

    Fungsi karakteristik yaitu fungsi dari himpunan semesta X ke himpunan 0, 1. Suatu himpunan semesta A dalam semesta X dapat dinyatakan dengan karakteristik.

    xA  : X → 0, 1

    yang didefinisikan dengan atur

    xA(x) =

    untuk setiap x  X

    Contoh:

                            Dalam semesta X = x, himpunan

    A = x adalah salah satu dari empat huruf terakhir dari abjad dapat dinyatakan dengan menggunakan fungsi karakteristik, yaitu

    xA(x) =

    4.      Cara Perincian (Rule Method)

    Cara Perincian (Rule Method) yaitu anggota himpunan ditulis atas dasar sifat dari anggota bilangan tersebut.

    Contoh:

                            Jika C termasuk kedalam himpunan bilangan real antara 0 dan 1, maka: C = (x : 0 < x < 1)

    5.      Metode kata-kata

    Metode kata-kata yaitu anggota himpunannya dinyatakan dengan kata-kata atau dengan kalimat.

    Contoh:

    “Himpunan A terdiri atas bilangan bulat positif”

    6.    Himpunan juga dapat di sajikan secara grafis (Diagram Venn).

    Penyajian himpunan dengan diagram Venn ditemukan oleh seorang ahli matematika Inggris bernama John Venn tahun 1881. Himpunan semesta digambarkan dengan segiempat dan himpunan lainnya dengan lingkaran di dalam segiempat tersebut.





    D.    Macam-macam Himpunan

    1.    Himpunan Kosong

    Himpunan kosong adalah himpunan yang tidak memiliki anggota. Himpunan kosong dapat dinotasikan dengan Ø atau bisa dengan (). Misalnya, C adalah himpunan bilangan cacah yang kurang dari nol. Jadi, himpunan C dapat kamu notasikan C = Ø atau C = ().

    Berbeda dengan himpunan kosong, himpunan nol adalah himpunan yang anggotanya hanya satu unsur yaitu 0.

    2.    Himpunan Bagian

    Himpunan A adalah himpunan bagian dari himpunan B jika anggota himpunan A merupakan anggota dari himpunan B. Notasi yang digunakan untuk menyatakan himpunan bagian adalah notasi . Jadi jika himpunan A merupakan himpunan bagian dari B maka dapat ditulis A B

    Beberapa aturan lain mengenai himpunan bagian, antara lain:

    ·      Setiap himpunan merupakan himpunan bagian dari dirinya sendiri.

    Jadi jika A adalah sebuah himpunan maka A A

    ·      Himpunan kosong merupakan himpunan bagian dari setiap himpunan.

    Jadi jika A adalah sebuah himpunan maka Ø A

    Cara untuk mencari banyaknya himpunan bagian dari sebuah himpunan:

    Jika H adalah sebuah himpunan dengan n anggota maka banyaknya himpunan bagian dari H adalah 2n.

    Contoh :

       Ada berapa himpunan bagiankah dari himpunan J = 2, 4, 6, 8, 10?

    Penyelesaian:

    Himpunan J memiliki 5 anggota. Jadi, n(J) = 5. Dengan demikian, banyaknya himpunan bagian dari J adalah 25 = 32 himpunan.

    3.    Himpunan Semesta

    Himpunan semesta adalah himpunan yang membuat semua anggota himpunan yang sedang dibicarakan. Himpunan semesta biasanya dilambangkan dengan  huruf S. Misalnya, namakan himpunan bilangan cacah dengan nama s maka kamu dapat menuliskan S = 1, 2, 3, ....

    Contoh:

    A = pepaya, apel

    B = anggur, melon

    C = semangka, jeruk

    Himpunan semestanya adalah himpunan buah-buahan.

    4.    Himpunan kuasa

    Himpunan kuasa adalah himpunan A didefinisikan sebagai himpunan yang anggotanya adalah himpunan-himpunan bagian dari A. Nyatakan himpunan kuasa A dengan 2A. Jika sebuah himpunan A terbatas, artinya A mempunyai n elemen maka himpunan kuasa dari A dapat diperlihatkan mempunyai elemen-elemen sebanyak 2n. Himpunan semesta U dengan dengan elemen-elemen, mulai dari tidak mempunyai elemen hingga mempunyai tiga elemen yang ditunjukan pada tabel di bawah ini.

    U

    n(U)

    Himpunan Kuasa dari U

    Banyaknya Elemen Himpunan Kuasa dari U

    1.

    2.

    3.

    4.

    ...

    x

    x,y

    x,y,z

    ...

    1

    2

    3

    ...

    , x

    , x, y, x,y

    ,x,y, z, x,y, x,z, y,z, x,y,z

    ...

    1 = 20

    2 = 21

    4 = 22

    8 = 23

    ...

    5.      Himpunan Berhingga

    Himpunan berhingga adalah suatu himpunan yang jumlah (banyak) anggotanya (jumlah elemennya)  dapat dihitung/terhingga/terbatas. 

    Contoh:

    D = bilangan genap kurang dari 10 atau A = 2,4,6,8. 

    Himpunan D jumlah angotanya dapat dihitung yaitu sebanyak 4 buah.

    6.      Himpunan Tak Hingga 

    Himpunan tak hingga adalah suatu himpunan yang jumlah (banyak) anggotanya tidak terbatas atau tak hingga.

    Contoh:

    A= bilangan genap,

     B= bilangan ganjil.

    7.    Himpunan Ekuivalen

    Himpunan ekuivalen adalah himpunan A dan B dikatakan ekuivalen jika banyak anggota kedua himpunan tersebut sama.

    n(A) = n(B)

    Contoh :

    A= 1, 2, 3, n(A) = 3

    B= Jeruk, Mangga, Apel, n(B)= 3

    n(A) = n(B). Maka A ekuivalen dengan B

    8.    Himpunan Lepas

    Himpunan lepas adalah suatu himpunan yang anggota-anggotanya tidak ada yang sama.

    Contoh:

    C = 1, 3, 5, 7  

    D = 2, 4, 6 

    Maka himpunan C dan himpunan D saling lepas.

    Catatan: Dua himpunan yang tidak kosong dikatakan saling lepas jika kedua himpunan itu tidak mempunyai satu pun anggota yang sama.

    9.    Himpunan Sama (Equal)

    Bila setiap anggota himpunan A juga merupakan anggota himpunan B, begitu pula sebaliknya. Dinotasikan dengan A=B

    Syarat : Dua buah himpunan anggotanya harus sama.

    Contoh :

    A = c,d,e   

    B= c,d,e   

    Maka A = B

    Penjelasan: Himpunan equal atau himpunan sama,memiliki dua buah himpunan yang anggotanya sama misalkan anggota himpunan A c,d,e maka himpunan B pun akan memiliki anggota yaitu c,d,e.

    E.  Operasi pada Himpunan

    Operasi himpunan adalah aturan untuk menghasilkan himpunan dari satu atau lebih himpunan yang diketahui. Operasi dengan satu  himpunan disebut operasi uner, sedangkan operasi dengan dua himpunan disebut operasi biner. Ada enam buah operasi pada himpunan, diantaranya sebagai berikut:

    1.      Komplemen

    Komplemen dari himpunan A dalam semesta X, dengan notasi A', adalah himpunan semua anggota semesta yang bukan anggota himpunan A, yaitu

    A' = x  X

    Jika A adalah himpunan semua laki-laki dalamsemesta himpunan semua manusia, maka A' adalah himpunan semua perempuan.

    2.      Gabungan

    Gabungan dua buah himpunan A dan B, dengan notasi

    AB

    adalah himpunan semua elemen dalam semesta yang merupakan anggota himpunan A atau anggota himpunan B, yaitu

    AB = x  A ˅  x  B

    3.      Irisan

    Irisan dua buah himpunan A dan B, dengan notasi

    A  B

    adalah himpunan semua elemen dalam semesta yang merupakan anggota himpunan A dan sekaligus anggota himpunan B, yaitu

    A  B = x

    Bila A  B = , maka A dan B disebut himpunan saling asing atau saling lepas. Misalnya, himpunan A dan komplemennya adalah saling asing, sebab

    A  A' = x = x  A ˄  x  A =

    4.      Selisih

    Selisih dua buah himpunan A dan B, dengan notasi

    A-B

    adalah himpunan semua elemen dalam semesta yang merupakan anggota himpunan A dan bukan anggota himpunan B, yaitu

    A-B = x

    Pada umumnya, A-B tidak sama dengan B-A. Perhatikan bahwa

    A-B = x

            = x  A ˄ x  B'

    = A  B'

    5.      Selisih Simetrik

    Selisih simetrik dua buah himpunan A dan B, dengan notasi

    A Ɵ B

    adalah himpunan semua elemen dalam semesta yang merupakan anggota himpunan A-B atau himpunan B-A, yaitu

    A Ɵ B = (A-B)  (B-A)

    6.      Darab Cartesius

    Darab cartesius dua buah himpunan A dan B, dengan notasi

    A  B

    adalah himpunan semua pasangan terurut (x, y) dengan x  A dan    y B yaitu

    A  B = x  A ˄ y  B

                     Anggota dari A  B adalah pasangan terurut (x,y) yaitu sepasang elemen yang urutannya diperhatikan: komponen pertama dari pasangan itu adalah anggota himpunan A dan komponen kedua dari pasangan itu adalah anggota himpunan B, dan tidak boleh dibalik (ditukar tempat). Jadi, pada umumnya A  B  B  A

    Operasi Komplemen dalam himpunan termasuk kedalam operasi uner, sedangkan gabungan, irisan, selisih, selisih simetrik, dan darab cartesius merupakan operasi biner.

    Ada juga cara lain yang dapat digunakan untuk penulisan himpunan yaitu dengan diagram venn.

    7.      Diagram Venn

    Text Box: Himpunan A dan komplemennya

A'
X    
Diagram venn adalah suatu cara graÞs yang sering digunakan untuk menggambarkan himpunan dan operasi-operasi himpunan. Diagram ini diberi nama seorang matematikawan asal inggris, John Venn (1834-1923). Dalam suatu diagram venn himpunan semesta digambarkan dengan suatu lingkaran dalam persegi-panjang.

    Oval: AContoh:

    Himpunan A dan komplemennya

    Gabungan, irisan, dan selisih dua himpunan

    Terdapat analogi yang menarik berkaitan dengan operasi dan relasi dasar pada tida sistem yang berbeda pada matematika, yaitu himpunan, logika proposisi, dan aritmetika.

    Analogi operasi/relasi dalam tiga sistem matematika

    Teori Himpunan

    Logika Proposisi

    Aritmetika

    Nama

    Lambang

    Nama

    Lambang

    Nama

    Lambang

    Gabungan

    AB

    Disjungsi

    p˅q

    Jumlahan

    a+b

    Irisan

    AB

    Konjungsi

    p˄q

    Perkalian

    ab

    Komplemen

    A'

    Negasi

    p

    Negatif

    -a

    Kesaman

    AB

    Implikasi

    pq

    Lebih kecil

    ab

    Subhimpunan

    A=B

    Biimplikasi

    pq

    Kesamaan

    a=b

    Himp. Semesta

    X

    Nilai Benar

    1

    Bil. Satu

    1

    Himp. Kosong

    Nilai Salah

    Bil. Nol

    F.   Sifat-sifat Operasi pada Hinpunan

    1.    Komutatif (Pertukaran) artinya kita bisa menukar angka dan jawabannya tetap sama untuk penjumlahan, atau perkalian.

    Contoh:

    AB = BA

    AB = BA

    A-B = B-A

    2.    Asosiatif (Pengelompokan) artinya kita bisa saja mengelompokkan operasi bilangan dengan urutan berbeda 

    Contoh:

    A(BC) = (AB)C

    A(BC) = (AB)C

    3.    Idempoten artinya himpunan satu dan himpunan lainnya memiliki kekuatan yang sama (anggota/elemennya sama)

    Contoh:

    AA = A

    AA = A

    A-A=

    4.    Identitas artinya shimpunan ketika dioperasikan maka hasilnya bilangan itu sendiri.

    Contoh:

    AS=A

    AS=A

    5.    Distributif artinya penggabungan dengan cara penkombinasian dari hasil operasi terhadap elemen-elemen kombinasi tersebut.

    Contoh:

    A(BC) = (AB) (AC)

    A (BC) = (AB)(AC)

    6.    Komplementer

    Diberikan suatu himpunan A dalam semesta S.

    Contoh:

    AAc  = S

    AAc  =

    7.    Hukum De Morgan

    Contoh:

    (AB)c = SAc Bc

    (AB)c = AcBc

    G. Soal-soal yang Berkaitan Himpunan dan Pembahasannya

    1.      Diberikan P = 1,2,3,9,12,13. Himpunan kelipatan 3 yang terdapat di P adalah...

    a. 9

    b. 3,9

    c. 3,9,12

    d. 3,6,9,12

    Pembahasan!!!

    Himpunan adalah kumpulan atau kelompok benda (objek) yang telah terdefinisi dengan jelas. Dari soal di atas, himpunan kelipatan 3 yang terdapat di P adalah 3,9,12.

    Jadi, Jawabnnya adalah c. 3, 9, 12

    2.      Diberikan Q = x >= 5, x anggota bilangan asli dan P = 4,5,6,8, maka P  Q = ...

    a. 5

    b. 6,8

    c. 5,6,8

    d. 4,5,6,8

    Pembahasan!!!

    Irisan P dan Q akan menghasilkan anggota himpunan baru di yang anggotanya adalah anggota yang ada di himpunan Q dan P.

    Anggota himpunan Q = 5,6,7,8,9,10...

    Anggota himpunan P = 4,5,6,8

    Anggota yang sama diantara kedua himpunan itu adalah 5,6,8.

                Jadi jawabannya adalah c. 5, 6, 8

    3.      Jika L = p,q,r, M = q,r,s, dan N = r,s,t maka L irisan M irisan N =...

    a. r

    b. p

    c. q,r

    d. p,s

    Pembahasan!!!

    Irisan tiga buah himpunan sama saja cara mencarinya dengan dua himpunan. Kita lihat huruf-huruf yang ada pada setiap himpunan. Huruf yang ada di setiap himpunan adalah irisan himpunan tersebut.

    Anggota himpunan L = p,q,r

    Anggota himpunan M = q,r,s

    Anggota himpunan N = r,s,t

    Sekarang jelas kita lihat angka yang ada di ketiga himpunan tersebut adalah huruf  r.

    Jawabnnya a. r

    4.      Dari sekelompok atlet diketahui bahwa 17 orang menyukai sepak bola, 13 menyukai renang, dan 12 orang menyukai keduanya. coba kalian gambarkan diagram venn dan tentukan pula jumlah keseluruhan dari atlet tersebut.

    Pembahasan!!!

     Jumlah keseluruhan dari atlet tersebut adalah:

    Atlet ang menyukai sepakbola saja : 17-12 = 5 orang

    Atlet yang menyukai renang saja = 13 – 12 = 1 orang

    Diagram venn-nya adalah:

    Jadi, jumlah keseluruhan atlet tersebut adalah 18 orang

    5.    Diketahui A = faktor dari 30 dan B = bilangan ganjil kurang dari 9.

    a.       Apakah A=B? Mengapa?

    b.      AB dan n(AB)

    c.       AB dan n(AB)

    Jawab!!!

    A = 1, 2, 3, 5, 6, 10, 15, 30

    B = 1, 3, 5, 7

    a.       AB. Karena anggota atau elemen A tidak sama dengan anggota atau elemen B

    b.      AB = 1, 3, 5

    n(AB) = 3

    c.       AB = 1, 2, 3, 5, 6, 7, 10, 15, 30

    N(AB) = 9

    6.    Dari 42 kambing yang ada di kandang milik pak Arman, 30 kambing menyukai rumput gajah, dan 28 ekor kambing menyukai rumput teki. apabila ada 4 ekor kambing yang tidak menyukai kedua rumput tersebut, berapa ekor kambing yang menyukai rumput gajah dan rumput teki?

    Pembahasan!!!

    untuk mencarinya, kita gunakan rumus himpunan berikut:

    nAΛB = (nA + nB) - (nS - nX)

    nAΛB = (30 + 28) - (40 - 4)

    nAΛB = 58 - 36

    nAΛB = 12

                   Jadi, jumlah kambing yang menyukai kedua jenis rumput tersebut adalah 12 ekor.

    7.    Tuliskan himpunan semesta yang mungkin dari himpunan-himpunan berikut!

    a.       A = 2, 4, 6, 8, 10

    b.      B = ..., -2, -1, 0, 1, 2, ...

    c.       C = 1, 3, 5, 7, 9, 11

    Jawab!!!

    Himpunan semesta dari ketiga himpunan di atas adalah Bilangan Bulat

    8.    Siswa kelas 7 SMP Tunas Mekar adalah 45. tiap-tiap siswa memilih dua jenis pelajaran yang mereka sukai. diketahui ada 27 siswa yang menyukai pelajaran Matematika dan 26 siswa menyukai pelajaran Bahasa Inggris. Sementara siswa yang tidak menyukai kedua pelajaran tersebut ada 5 orang. Tentukanlah banyaknya siswa yang menyukai pelajaran bahasa inggris dan matematika serta gambarlah diagram venn-nya.

    Pembahasan!!!

    Kita cari terlebih dahulu jumlah siswa yang menyukai kedua pelajaran tersebut:

    nAΛB = (nA + nB) - (nS - nX)

    nAΛB = (27 + 26) – (45 – 5)

    nAΛB = 13

    Maka dapat disimpulkan bahwa:

    Siswa yang menyukai matematika saja = 27 - 13 = 14 siswa

    Siswa yang menyukai bahasa inggris saja = 26 - 13 = 13 siswa

    Maka gambar diagram venn-nya adalah:

    9.      Di dalam sebuah ruangan terdapat 150 siswa yang baru lulus SMP. Diketahui ada 75 siswa memilih untuk masuk SMA dan 63 siswa memilih untuk masuk SMK sementara ada 32 siswa yang belum menentukan pilihannya. Lalu, berapakah banyaknya siswa yang hanya memilih untuk masuk SMA dan SMK saja?

    Pembahasan!!!

    Siswa yang memilih masuk SMA dan SMK adalah:

    nAΛB = (nA + nB) - (nS - nX)

    nAΛB = (75 + 63) – (150 – 32)

    nAΛB = 138 – 118

    nAΛB = 20 siswa

    Siswa yang memilih masuk SMA saja = 75 – 20 = 55 orang

    Siswa yang mmeilih masuk SMK saja = 63 – 20 = 43 orang

    10.  Dari 40 orang bayi, diketahui bahwa ada 18 bayi yang gemar memakan pisang, 25 bayi gemar makan bubur, dan 9 bayi menyukai keduanya. Lalu ada berapa bayi yang tidak menyukai pisang dan bubur?

    Pembahasan!!!

    nAΛB = (nA + nB) - (nS - nX)

    9 = (18 + 25) - (40 - nX)

    9 = 43 - 40 + nX

    9 = - 3 + nX

    9 + 3 = nX =

    nX = 12

    DAFTAR PUSTAKA

    Hollands,  Roy.  1981. Kamus Matematika. Jakarta: Erlangga

    http://www.materiajar.com/macam-macamhimpunan. 27 Agustus 2016

    Irawan,  Edy Bambang.  2011. Materi Kulikuler Matematika SMP.  Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka

    Karso  dkk. 2012. Matematika Dasar 1. Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka

    Kerami, Djati. 2003. Kamus Matematika. Jakarta: Balai Pustaka

    Marsigit. 2009. Mathematics For Junior High School. Jakarta: Yudishtira

    Mustamant, Mugy. 2013. Kamus Matematika. Bandung: Titian Ilmu

    Negoro, ST.  2010. Ensiklopedia Matematika. Bogor: Yudishtira

    Ruseffendi. 2002. Dasar-dasar Matematika Modern dan Komputer. Bandung: Tarsito

    Susilo,  Frans.  2012. Landasan Matematika. Yogyakarta: Graha Ilmu

    Tim Unit Akademik, Modul Basic Of Mathematical Ability. Unsil

    Vouderman,  Carol.  2009. Kamus Matrmatika. Solo: Tiga Ananda

    Wahyudin.  2003. Paket Pembelajaran Matematika untuk SMP. Jakarta: Epsilon Group




    Roy Hollands, Kamus matematika, (Jakarta: Erlangga, 1981), hlm. 48.

    Wahyudin, Paket Pembelajaran Matematika untuk SMP, (Jakarta: Epsilon Group), hlm 1.

    Begitulah pembahasan mengenai Matematika Ajaib dan "MATERI KULIAH DASAR-DASAR MATEMATIKA SEMESTER SATU PENDIDIKAN MATEMATIKA TENTANG HIMPUNAN" Terima kasih atas kunjungannya

    Artikel ini dikelompokkan ke dalam kategori

    Artikel ini bersumber dari  https://rumahakal.com dan https://nisrinafp98.blogspot.com/2016/09/v-behaviorurldefaultvmlo.html

    Related Posts: